11 Senjata Hilang dari Lokasi Jatuhnya Heli TNI AD MI-17

TK / Regional / Sabtu, 15 Februari 2020, 13:31 WIB

Jenazah korban jatuhnya Heli MI 17 tiba di Base Ops Lanud Silas Papare, Jayapura, Papua, Sabtu (15/02/2020)

JAYAPURA - Para korban jatuhnya Heli MI-17 milik TNI Angkatan Darat di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, telah berhasil dievakuasi.

Namun, menurut Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, 10 pucuk senjata api yang dibawa oleh para korban jatuhnya Heli MI-17 tidak ditemukan di antara puing-puing helikopter.

"Memang benar dari laporan yang diterima terungkap senpi yang dibawa korban tidak ditemukan," kata Asaribab, di Jayapura, Sabtu (15/2).

Dari laporan itu, kata dia, ada 11 senjata organik TNI AD yang kemungkinan dibawa masyarakat yang berburu sehingga mereka akan melakukan pendekatan agar segera dikembalikan.

“Kami akan melakukan pendekatan agar ke 11 pucuk senjata api itu segera dikembalikan,” ujarnya.

Adapun senjata api yang hilang itu diantaranya tujuh jenis senapan serbu SS-1, tiga pistol dan satu pelontar granat alias GLM.

Helikopter buatan Russian Helicopter, Rusia, itu diketahui tergabung pada Pusat Penerbangan TNI AD dan menerbangkan 12 penumpang termasuk lima anggota Batalion Infantri 725/WRG, ditemukan di ketinggian 12.500 kaki dari permukaan laut, di kawasan Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Personel pengawak Mil Mi-17V5 itu adalah Kapten CPN Bambang sebagai flight engineer, Kapten CPN Aris sebagai pilot, Sersan Kepala Suriatna (T/I), Letnan Satu CPN Ahwar (kopilot), Prajurit Satu Asharul (mekanik), Prajurit Kepala Dwi Pur (mekanik), dan Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika).

Kemudian anggota Batalion Yonif 725/WRG yang turut dalam penerbangan itu adalah Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu), dengan anggota Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis), Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM), Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2), dan Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4). (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Jumat, 25 September 2020, 18:34 WIB

Pengguna Jalan Tanpa Masker di Kupang Dihukum Push Up

Jumat, 25 September 2020, 18:28 WIB

Perkembangan COVID-19 di Jakarta Per 25 September 2020