Cegah Pelecehan di Bandara Soetta Terulang, Kapolres Usul Rapid Test Dijaga TNI-Polri

EP / Nasional / Jumat, 25 September 2020, 20:58 WIB

Tersangka EF ditangkap setelah kasus pemerasan dan pelecehan seksual usai rapid test korban di Bandara Soekarno-Hatta. | foto: ist

JAKARTA - Tersangka EF ditangkap setelah kasus pemerasan dan pelecehan seksual usai rapid test korban di Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk mencegah peristiwa serupa terulang, polisi menyarankan agar rapid test dijaga aparat TNI-Polri.

"Mungkin untuk lebih safety-nya lagi supaya jangan terjadi hal menyimpang seperti ini saya akan mengusulkan agar ditempatkan TNI-Polri di sana untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, agar jangan terulang lagi ke depan," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra kepada wartawan di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Jumat (25/9/2020).

Sementara itu, Kombes Adi mempertimbangkan membuka posko aduan untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain.

"Ya bila itu dipandang perlu ini akan saya diskusikan (pendirian posko) dengan pihak-pihak terkait," imbuh Adi.

Adi mengungkap, sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan korban lain terkait tersangka EF. Saat ini polisi baru menerima satu laporan yakni korban LHI.

"Untuk korban-korban yang lainnya belum ada sejauh ini yang menyampaikan atau melaporkan hal yang sama yang mungkin terjadi pada mereka," ujar Adi.

Sebelumnya, Tim Garuda Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menangkap EF, tersangka pelecehan dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta. EF masih diperiksa di Polres Bandara Soekarno-Hatta.

"Semoga dengan telah ditangkapnya tersangka, dugaan tindak pidana, bagaimana rangkaian tindak pidananya, bagaimana hal tersebut bisa terjadi, dan banyak pertanyaan lain dapat segera terjawab untuk dapat sampaikan lagi ke masyarakat," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho di Terminal 2E, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (25/9/2020).

Alexander mengatakan polisi saat ini melakukan pemeriksaan intensif terhadap EF. Polisi juga akan menyelidiki apakah ada korban lain selain LHI.

"Pertama, penyidik akan berkonsentrasi pada pengambilan keterangan terhadap tersangka. Jika nanti indikasinya ini bukan dugaan tindak pidana pertama yang dilakukan atau ada keterlibatan pihak lain, nanti insyaallah akan kami beritahukan ke masyarakat," imbuh Alex.

EF ditangkap di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada Jumat (25/9) dini hari. EF melarikan diri setelah mengetahui perbuatannya itu viral di media sosial. (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Senin, 26 Oktober 2020, 10:05 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Pada Siang Hari

Minggu, 25 Oktober 2020, 18:16 WIB

Tawuran Kebon Jeruk, Sekelompok Pemuda Diamankan Polisi