Evaluasi Angkutan Nataru, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Turun 0,38%

TK / Nasional / Selasa, 28 Januari 2020, 20:54 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat hadir dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI terkait Evaluasi Penanganan Sarana & Prasarana Transportasi dalam rangka Perayaan Natal 2019 & Tahun Baru 2020 siang ini (28/1). | foto: ist

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa secara keseluruhan jumlah penumpang angkutan umum pada masa angkutan natal dan tahun baru mengalami penurunan 0,38 persen atau 18,19 penumpang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 18,26 penumpang.

Demikian disampaikan Menhub saat hadir dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI terkait Evaluasi Penanganan Sarana & Prasarana Transportasi dalam rangka Perayaan Natal 2019 & Tahun Baru 2020 siang ini (28/1).

Selanjutnya Menhub menjelaskan bahwa pada tahun ini tercatat kendaraan yang melalui jalan tol meningkat sebesar 5,09% dari tahun sebelumnya.

"Realisasi pergerakan kendaraan jalan tol, Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, Merak pada angkutan natal dan tahun baru sebanyak 4,34 juta kendaraan. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 5,09 persen dari yang sebelumnya 4,13 juta kendaraan," jelas Menhub Budi.

Secara rinci disampaikan bahwa pada tahun ini penumpang angkutan umum yang mengalami kenaikan jumlah penumpang yaitu penyeberangan naik 19,24% dari 2,11 juta penumpang menjadi 2,51 juta penumpang, moda kereta api naik 6,74% dari 5,81 juta penumpang menjadi 6,20 juta penumpang, moda laut naik 13,01% dari 1,03 juta penumpang menjadi 1,17 juta penumpang.

Sedangkan moda angkutan umum yang mengalami penurunan penumpang yaitu pada pada moda jalan turun sebesar 17,79% dari 3,50 juta penumpang menjadi 2,85 juta penumpang, dan moda udara turun 6,55% dari 5,79 juta penumpang menjadi 5,41 juta penumpang.

“Moda kereta api memiliki proporsi jumlah penumpang tertinggi yaitu sebesar 34% sedangkan jumlah proporsi terendah yaitu pada angkutan moda laut sebesar 6%,” tutur Menhub.

Tercatat, lokasi simpul transportasi dengan penumpang keberangkata terpadat terjadi di : DAOP I KAI sebanyak 1,37 juta penumpang, Bandara Soekarno Hatta sebanyak 1,2 juta penumpang domestik dan 469 ribu penumpang internasional, Terminal Bus Purabaya sebanyak 643 ribu penumpang, Pelabuhan Penyeberangan Merak sebanyak 875 ribu penumpang, dan Pelabuhan Batam 184 ribu penumpang.

Sementara itu, Rute pergerakan kendaraan pribadi pada masa angkutan Nataru 2019/2020 kemarin paling banyak didominasi oleh masyarakat yang mengarah ke lintas utara Jawa sebesar 68,9% menuju arah Semarang - Solo - Jawa Timur maupun ke Yogyakarta. Kemudian, proporsi kendaraan yang mengarah ke Cikampek - Cipularang - Bandung - Tasikmalaya sebesar 9,3%. Sedangkan kendaraan yang mengarah ke Merak sebesar 7,3%, dan kendaraan yang mengarah ke Bogor-Ciawi-Sukabumi sebesar 14,3%.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, evaluasi yang perlu dilakukan untuk penyelenggaraan yang lebih baik di tahun mendatang yaitu : mengevaluasi pelayanan angkutan jalan yaitu tekeait keberadaan agen/pool yang menjadi tempat naik turun penumpang yang dilakukan di luar terminal resmi, mengintesifkan ramp check baik angkutannya maupun awak pengemudinya, mengantisipasi prediksi puncak arus mudik dan balik, meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan dan kereta api, dan meningkatkan jumlah kendaraan program mudik gratis.

Pada tahun ini, program Mudik Gratis dapat menampung total 2.210 penumpang dengan tujuan Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Boyolali, Surabaya dan Malang. Realisasi mudik gratis ini mencapai 99% atau 2.100 penumpang.

“Program mudik ini sangat diminati dan yang akan datang pada saat lebaran kita akan tingkatkan secara masif karena ini adalah suatu spirit agar angkutan massal kita lebih masif," tutur Menhub.

 

DPR Beri Apresiasi dan Rekomendasi

Pada akhir rapat kerja, Komisi V DPR RI memberikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga mitra kerja komisi sehubungan dengan keberhasilan penanganan arus mudik pada Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yabg terselenggara dengan baik. Selanjutnya, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meminta pemerintah untuk meningkatkan upaya preventif agar angka kecelakaan dapat lebih ditekan.

"Komisi V DPR RI meminta pemerintah meningkatkan upaya preventif terhadap hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dan kemacetan baik berupa pemeriksaan kelaikan operasional bus, reformulasi rampcheck untuk setiap kendaraan yang beroperasi, pengetatan masa waktu kerja pengemudi, memastikan drainase berfungsi pada titik-titik banjir, meningkatkan koordinasi pada titik-titik pertemuan arus kendaraan, serta melakukan evaluasi pelayanan di rest area," tutup Fary. (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Senin, 06 April 2020, 21:16 WIB

Menag Imbau Tarawih dan Tadarus Digelar di Rumah