Ini Efisiensi dari National Logistic Ecosytem

TK / Ekonomi / Senin, 28 September 2020, 12:42 WIB

Ilustrasi | Foto: Kemenkeu

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Bersama Penataan National Logistic Ecosytem (NLE) pada Kamis, (24/09) menjelaskan efisiensi dari NLE atau Ekosistem Logistik Nasional.

"NLE mencakup seluruh proses dari hulu hingga ke hilir. Kita juga akan masuk ke proses di luar negerinya. Dari mulai outbound (keluar) sampai inboundya (masuk). Dari mulai proses barang masuk gudang, dimuat dalam truk, kemudian clearance (penyelesaian dokumen administratif dan pajak dalam rangka ekspor/impor barang) dari pemerintah seperti Customs (Bea Cukai), (Badan) karantina, Badan POM, dll, sehingga dia keluar departure dari portnya (pelabuhan), masuk ke dalam shipping (pengapalan), kemudian arrival (kedatangan), dan kemudian clearance kembali, trucking, sampai ke warehouse (gudang) tujuan," jelas Menkeu.

NLE merupakan kolaborasi yang luas antara seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) terkait yang lebih dari 18 K/L, sistem perbankan, sistem lembaga transportasi pergudangan atau depo yang termasuk dalam NLE. 

Hingga September 2020, NLE telah menerapkan pengajuan, pemeriksaan dan profil tunggal antara Bea Cukai dan Badan Karantina Ikan dan Pertanian.

"Ini sudah menjadi satu single pengajuan pemeriksaan dan profilingnya  sudah sama. Jadi tidak perlu pergi antara (ke) Bea Cukai, Karantina Ikan dan Pertanian (tidak perlu dua kali kerja)," jelas Menkeu.

Kemudian NLE mengintegrasikan layanan perijinan Ship to Ship (STS), Floating Storage Unit (FSU), perizinan usaha dan perizinan pemasukan barang konsumsi di Kawasan Khusus Batam.

Selain itu, penebusan delivery order (DO) dan Persetujuan Pengeluaran Petikemas (SP2) sudah dilakukan secara online, sehingga tidak perlu dokumen fisik. Begitu juga pemesanan truk (trucking) dan pembayaran online hingga perluasan Auto-Gate di Pelabuhan Tanjung Priok termasuk di Batam. 

Delivery Order (DO) dan Persetujuan Pengeluaran Petikemas (SP2) secara online kini dapat dilakukan 7x24 jam atau nonstop dari sebelumnya yang manual dengan jam pelayanan terbatas Senin-Jumat dari jam 09.00 hingga 15.00. Efisiensi terhadap biaya pertahun Rp402 miliar/tahun dan waktu yang dihemat oleh pengusaha bisa mencapai 91%.

Efisiensi dari e-trucking bisa menghemat biaya Rp975 miliar pertahun karena ada transparansi pemesanan online. Waktu bisa dipersingkat hingga 50%.

Dari inspeksi seperti penyampaian dokumen clearance, pemeriksaan barang di Bea Cukai-Badan Karantina yang kini dilakukan secara single submission dan joint inspection, efisiensi biaya pertahun Rp85 miliar dan menghemat waktu antara 35%-56%.

Kemudian dari pengangkut saat keberangkatan/kedatangan kapal dan bongkar muat barang, sekarang dapat dilakukan single submission atau pemberitahuan tunggal sehingga dapat menghemat Rp60 miliar/tahun dengan penghematan waktu 74%. Sebelumnya dokumen duplikasi hingga 7 instansi yaitu Bea Cukai, Imigrasi, Kemenhub, PKBM, dan Terminal Operator. (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru