Komisi I DPR Minta Pemerintah Evakuasi WNI dari Wuhan

TK / Parlemen / Rabu, 29 Januari 2020, 11:22 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Kementerian Luar Negeri RI agar mendesak Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) membuka jalur evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan dan sekitarnya.

Diketahui, WNI yang tercatat berada di wilayah Karantina total berjumlah 243 orang, mereka semua tersebar di 15 kota yang ada di Provinsi Hubei.

“Kami harap Kemenlu segera desak Pemerintah RRT Tiongkok agar bisa memberikan pertimbangan dan saran tindakan evakuasi. Sudah semakin banyak korban, hari ini saja meningkat dua kali lipat yang sebelumnya hanya 2000-an menjadi 4000 lebih, dengan korban meninggal lebih dari 100 jiwa,” jelas Kharis dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (28/1/2020).

Kharis menambahkan, saat ini sudah belasan negara berupaya evakuasi warganya dari kawasan Virus Corona.

Karena itu, apabila memungkinan para WNI bisa langsung dibawa ke Indonesia atau dievakuasi keluar dari wilayah karantina dan tetap berada di wilayah China.

“Pemerintah harus siapkan kondisi terburuk seperti evakuasi dan karantina sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) penanganan internasional dalam menghadapi virus ini, sehingga WNI yang dievakuasi harus dipastikan kesehatan dan keselamatannya sebelum sampai ke tanah air,” saran legislator dapil Jateng V ini.

Kharis juga mengapresiasi travel warning yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri hari ini ke Provinsi Hubei, Tiongkok.

Namun, Kharis mengingatkan agar lebih baik diperluas bukan hanya Provinsi Hubei tapi juga ke semua wilayah karantina di Tiongkok khususnya dan Tiongkok umumnya kepada seluruh WNI agar sementara waktu ke depan untuk tidak berkunjung terlebih dahulu.

“Pemerintah Indonesia telah resmi mengeluarkan peringatan kunjungan atau travel warning bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, China, saya apresiasi. Namun saya minta travel warning ini diperluas ke seluruh wilayah karantina dan kalau perlu tunda dulu ke Tiongkok sampai Pemerintah Tiongkok bisa memastikan dan  menghentikan isolasi di sana dan juga menyatakan wilayah tersebut telah aman untuk dikunjungi,” pesan Kharis. (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Senin, 28 September 2020, 18:38 WIB

Perkembangan COVID-19 di Jakarta Per 28 September 2020

Senin, 28 September 2020, 17:50 WIB

DPR Tegaskan Urgensi Multilateralisme Tangani Covid-19

Senin, 28 September 2020, 17:44 WIB

Tujuh Mobil Pemadam Atasi Kebakaran Sampah di Cilincing

Senin, 28 September 2020, 15:51 WIB

Wamenag Harap China Jelaskan Persoalan Uighur