Komunitas TurunTangan Peduli Petugas Pemakaman

TK / Lensa / Lensa / Kamis, 09 April 2020, 21:28 WIB


JAKARTA - Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19. Ada juga profesi yang tidak kalah pentingnya dalam kasus Covid-19, yaitu petugas pemakaman.

Mereka ini berisiko tinggi terpapar virus karena harus menguburkan jenazah yang meninggal karena Covid-19.

Relawan TurunTangan tergerak untuk memberikan apresiasi atas pekerjaan mulia yang dilakukan para petugas pemakaman.

Pada Rabu, 8 April 2020 relawan TurunTangan turun ke dua Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta yang memang dipersiapkan untuk memakamkan jenazah COVID-19. Yaitu TPU Tegal Alur, Jakarta Barat dan TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. 

Saat ditemui di kedua TPU tersebut, petugas makam bercerita bahwa dampak dari Covid-19 ini pekerjaan petugas pemakaman menjadi berlipat-lipat.

Selain itu, mereka juga harus siap sedia bekerja siang dan malam karena jenazah Covid-19 harus dimakamkan sesegera mungkin.

Menurut anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jenazah COVID-19 ini kurang lebih dimakamkan empat jam setelah dinyatakan wafat.

“Hari ini (8/3), kami bahkan sudah menguburkan 30 jenazah yang meninggal karena Covid-19,” kata Pak Jayadi, salah satu petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon. 

TurunTangan mengapresiasi petugas pemakaman dengan memberikan kelengkapan untuk mereka bekerja, yakni paket Alat Perlindungan Diri (APD) berupa hazmat, sarung tangan, dan masker untuk melindungi mereka saat bekerja.

Selain itu, TurunTangan juga memberikan vitamin C, sabun cuci tangan antiseptik, alat disinfektan dan lampu LED portabel untuk penerangan ketika menguburkan jenazah di malam hari.

Apresiasi oleh TurunTangan ini terlaksana berkat dukungan Kitabisa.com yang digalang oleh influencer Rachel Venya dan para donatur TurunTangan. Jumlah petugas pemakaman yang mendapatkan apresiasi dalam kegiatan ini adalah 200 orang.

Selain itu, TurunTangan juga bekerjasama dengan Kedai Kepikiran Kopi untuk memberikan minuman berupa kopi susu dan ada pula donasi makanan dari Gordi.Id.

Pak Wawin, salah satu petugas TPU Tegal Alur, berkata, “Kami merasa sangat terbantu atas tambahan APD, vitamin, dan lain-lain yang diberikan. Hal ini membuat kami tenang dalam menjalankan tugas kami.”

Dalam menjalankan gerakan ini TurunTangan menggunakan pendekatan kolaborasi. Selain para petugas pemakaman, TurunTangan juga membantu dua sektor informal yang terdampak dalam kondisi pandemic ini. Keduanya adalah para penjahit dan pemilik warteg/warung makan di sekitar TPU.

“Dalam pemberian bantuan, kami ingin memberdayakan penjahit rumahan untuk pembuatan masker. Karena masker medis sulit ditemukan dan lebih ditujukan untuk tenaga medis. Selanjutnya kami juga ingin memberikan makanan setiap hari untuk petugas pemakaman dari warung-warung kecil di sekitar makam. Hal ini adalah sebagai dukungan kami terhadap UMKM,” kata Muhammad Husnil, Project Leader kegiatan ini.

Selama sebulan ke depan TurunTangan akan terus turun ke TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Rangon untuk memberikan dukungan para petugas pemakaman dengan menyediakan makanan yang dibeli dari warteg/warung makan di sekitar kedua TPU. (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Jumat, 30 Oktober 2020, 12:22 WIB

Perkembangan COVID-19 di Jakarta Per 29 Oktober 2020