Ledakan Bom di Jolo Filipina Tewaskan 14 Orang

TK / Internasional / Selasa, 25 Agustus 2020, 16:42 WIB

Foto: istimewa

FILIPINA - Dua ledakan menghancurkan sebuah kota di wilayah yang kerap bergolak di Filipina selatan, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 75 lainnya.

Dikutip dari laman BBC, Selasa (25/8/2020) para pejabat militer mengatakan dua bom meledak dalam waktu satu jam di Jolo, Provinsi Sulu.

Mereka menduga pemboman itu dilakukan oleh militan yang terkait dengan kelompok Abu Sayyaf.

Seorang juru bicara Presiden Rodrigo Duterte mengutuk serangan itu, yang terburuk yang pernah terjadi di negara itu tahun ini.

"Pihak berwenang sekarang sedang melakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi individu atau kelompok di balik serangan pengecut ini," kata Harry Roque.

Belum ada yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Tetapi Filipina selatan telah mengalami lonjakan militansi ekstremis dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki sejarah panjang atas kekerasan separatis itu.

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok militan terkecil dan paling kejam di Filipina selatan, yang dikenal karena aktivitas penculikan untuk tebusan dan kebrutalannya, termasuk pemenggalan kepala.

Dicantumkan oleh AS sebagai organisasi teroris, kelompok itu telah berjanji setia kepada apa yang disebut ISIS, dan telah melakukan penculikan terhadap orang asing dan orang Filipina.

Pemboman hari Senin kemarin terjadi setelah penangkapan awal bulan ini terhadap seorang pemimpin Abu Sayyaf di pulau selatan Mindanao.

Pasukan keamanan Filipina telah waspada terhadap kemungkinan serangan pembalasan. (*)

 

Berita Lainnya


17 Oktober 2020, 19:16 WIB

Menteri Luar Negeri Austria Positif Corona


17 Oktober 2020, 19:08 WIB

Ribuan Warga Thailand Kembali Berdemo




Berita Terbaru