Menpora Buka Pelatihan Manajemen Strategi Olahraga Prestasi Cabor Dayung dan Wushu

TK / Olahraga / Rabu, 26 Agustus 2020, 12:47 WIB

Menpora Zainudin Amali membuka Pelatihan Manajemen Strategi Olahraga Prestasi Cabor Dayung dan Wushu, di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (25/8) malam.

JAKARTA - Menpora Zainudin Amali membuka Pelatihan Manajemen Strategi Olahraga Prestasi Cabor Dayung dan Wushu, di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (25/8) malam.

Pada acara tersebut dihadiri oleh Ketum PB WI (Pengurus Besar Wushu Indonesia) Airlangga Hartarto dan Sekjen Ngatino, serta Waketum(Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia)  PB PODSI Hari Sidharta dan Jarot Widyoko. 

Manajemen strategi olahraga prestasi adalah bagian penting dari perbaikan dan peningkatan tata kelola sebagaimana menjadi Prioritas Program 2020-2024 baik di bidang kepemudaan maupun keolahragaan. Untuk keolahragaan tidak terlepas dari organisasi pengelola olahraga itu sendiri.

"Perbaikan tata kelola merupakan yang pertama dari  5 Prioritas Program Kemenpora, sebagaimana arahan Bapak Presiden tentang tata kelola internal Kemenpora maupun tata kelola organisasi kepemudaan dan keolahragaan," ucap Menpora.

Lebih lanjut, dalam manajemen strategi perlu dirumuskan secara jelas strategi bagaimana mencapai kemenangan dengan berbagai cara yang terukur dan terencana, tidak sekedar by accident namun harus by design.

"Sports intelligence, mengintip kekuatan lawan-lawan negara lain adalah hal yang penting dan segera dilakukan. Seperti SEA Games Vietnam harus sudah tahu nomor-nomor apa saja yang nanti akan dipertandingkan, jangan sampai yang dipersiapkan justru tidak dipertandingkan," katanya.

Sementara dalam sambutannya, Ketum PB WI Airlangga Hartarto sangat menyambut baik adanya pelatihan ini karena akan menambah pengetahuan para pengurus daerah dalam pengelolaan organisasi guna peningkatan prestasi. PB WI menyambut baik pelatihan manajemen ini apalagi dilakukan bersama cabor lain.

"Ini saatnya mengkonsolidasikan pengelolaan keolahragaan, karena kita bisa sharing pengalaman dan keberhasilan, olahraganya bisa berbeda tetapi pengelolaan prestasinya bisa sama, karena manajemen bersifat universal. Sumber atlet nasional itu dari daerah, dengan pelatihan ini kemampuan Pengda-pengda akan semakin baik," ucapnya.

Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 25-28 Agustus 2020, diikuti masing-masing cabor 50 peserta dari Pengurus Daerah, dengan narasumber para praktisi dan akademisi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Perguruan Tinggi. (*)

 

Berita Lainnya


06 November 2020, 09:42 WIB

Wanita Hamil di Sumut Edarkan 18,2 Kg Ganja





Berita Terbaru

Sabtu, 28 November 2020, 12:37 WIB

Di Tangan Anies, Pemprov DKI Banjir Penghargaan

Sabtu, 28 November 2020, 12:20 WIB

Mal Pelayanan Publik Terbesar di Indonesia Diresmikan