Penataan Labuan Bajo Tetap Perhatikan Aspek Lingkungan

TK / Travel / Selasa, 23 Februari 2021, 12:11 WIB

Proses penataan Labuhan Bajo oleh Kementerian PUPR. (Foto: Kementerian PUPR).

JAKARTA - Penataan infrastruktur Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak melupakan aspek konservasi lingkungan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR)  Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) direncanakan secara terpadu.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi,” jelasnya seperti dikutip dari situs KemenPUPR.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, hal ini merupakan usaha mendukung pertumbuhan ekonomi di Labuan Bajo yang diharapkan dapat menjadi multiplier effect.

Salah satu kawasan di DPSP Labuan Bajo yang ditata adalah Pulau Rinca yang saat ini kemajuannya (progresnya) mencapai 37%. Penataan ini meliputi (1) Dermaga Loh Buaya, yang sudah ada (eksisting); (2) Bangunan pengaman pantai yang sekaligus berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses masuk dan keluar ke kawasan tersebut; (3) Elevated Deck pada ruas eksisting, berfungsi sebagai akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan ranger, guide dan peneliti. Ini dirancang setinggi 2 meter agar tidak mengganggu aktivitas komodo dan hewan lain yang melintas serta melindungi keselamatan pengunjung; (4) Bangunan Pusat Informasi yang terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house dan kafetaria serta; (5) Bangunan penginapan untuk para ranger, pemandu wisata, dan peneliti, yang dilengkapi dengan pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.

“Kami akan meminimalisasi persinggungan antara wisatawan dengan satwa sehingga para satwa tidak akan terganggu. Nantinya juga akan ada edukasi agar para wisatawan tetap nyaman dan aman selama berkunjung,” ujar Diana.

Pada TA 2020-2022 terdapat 42 paket pekerjaan penataan DPSP Labuan Bajo yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Rinciannya 5 paket Ditjen Sumber Daya Air, 10 paket Ditjen Bina Marga, 22 paket Ditjen Cipta Karya dan 5 paket Ditjen Perumahan.

Penataan kawasan DPSP Labuan Bajo diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pariwisata sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. 

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Selasa, 02 Maret 2021, 13:45 WIB

Jazuli Juwaini: Batalkan Perpres Legalisasi Miras