Puan Maharani: Kebudayaan Sebagai Landasan Pembangunan Manusia

TK / Parlemen / Sabtu, 15 Februari 2020, 13:03 WIB

Ketua DPR Puan Maharani saat mengikuti Dies Natalis ke-70 UI di Gedung Balairung UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/2/202).

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kebudayaan sebagai landasan untuk membangun manusia Indonesia ber-Pancasila menuju era masyarakat 5.0 yang pada hakekatnya adalah ‘Nation and Character Building’.

Dalam konteks tersebut, yakni nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Adapun, nilai-nilai tersebut antara lain seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, solidaritas kebangsaan, musyawarah, gotong-royong, kemakmuran bersama, toleransi, saling membantu sesungguhnya tidak kalah lengkap dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ingin dikembangkan dalam Masyarakat 5.0 di negara maju.

Pemaparan tersebut disampaikan Puan dalam pidato penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang ‘Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Manusia’ dari Universitas Diponegoro (UNDIP) di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020).

“Masyarakat 5.0 merupakan gambaran ideal sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi harkat dan nilai-nilai kemanusiaan yang berbasiskan kepada kemajuan teknologi (technology-based human centered society),” jelas Puan.

Untuk itu, politisi PDI-Perjuangan ini mengungkapkan nilai-nilai Pancasila dapat digunakan sebagai modal dasar untuk membangun masyarakat Indonesia 5.0.

Dengan, sambung Puan, yaitu melengkapi nilai-nilai Pancasila pada basis kemajuan teknologi super-modern, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Thing (IoT), Robotic, dan Blockchain.

“Di sini, hal yang paling mendasar adalah bagaimana masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan rakyat,” tandas Puan.

Lebih lanjut, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manuasia dan Kebudayaan itu itu menjelaskan, apa yang menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan adalah bagaimana merealisasikan idealisme itu kedalam kehidupan nyata masyarakat Indonesia.

Atau, sambung Puan, dengan kata lain bagaimanakah menciptakan insan yang ber-Pancasila untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki basis teknologi tinggi.

Hal tersebut, tutur Puan, tidak lepas dari pemfungsian kebudayaan nasional, dari mana Pancasila itu berasal, sebagai landasan praktis kebijakan publik untuk merealisasikan gagasan strategis mengenai Masyarakat Indonesia 5.0 yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Hal ini, sesuai dengan pemikiran ahli kebudayaan bahwa kebudayaan memiliki arti penting dalam pembangunan manusia. Pembangunan manusia ini penting, karena “the most valuable of all capital is that invested in human beings," ungkas legislator dapil Jateng V itu.

Gelar kehormatan kepada Puan diberikan dalam bidang ‘Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Manusia’.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, para Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, Rachmat Gobel, dan Muhaimin Iskandar, serta segenap Pimpinan Komisi dan Anggota DPR RI, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menhub Budi Karya Sumadi, Menkum HAM Yasonna Laoly, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wapres Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Rektor UNDIP Yos Johan Utama dan jajaran petinggi UNDIP. (*)

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Rabu, 19 Februari 2020, 11:46 WIB

Polisi Sebut Lucinta Luna Sudah Sebulan Pakai Narkoba