PWI Kutuk Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera, Serukan Penyelidikan Independen

TK / Internasional / Minggu, 15 Mei 2022, 09:01 WIB

Shireen Abu Akleh | Foto: istimewa

JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengutuk keras pembunuhan wartawan Al Jazeera keturunan Palestina berkebangsaan Amerika Serikat, Shireen Abu Akleh.

Besar kemungkinan Shireen meninggal ditembak tentara Israel saat meliput konflik yang terjadi di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat, wilayah Palestina.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari mengatakan pembunuhan seorang wartawan, apalagi yang tengah bertugas di lapangan, tidak hanya melanggar hukum humaniter internasional, tetapi juga merupakan kekejian yang sama sekali tidak berperikemanusiaan. terlebih Shireen saat bertugas mengguakan rompi bertuliskan press.

"Apalagi sangat jelas bahwa Shireen sudah memakai rompi bertuliskan besar-besar Press," kata Atal melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022).

Atal mengatakan bisa jadi upaya pembunuhan tersebut seiring dengan kerapnya Shireen melaporkan apa yang dilakukan tentara Israel di wilayah pendudukan Palestina.

"Rekam jejak Shireen selama ini menegaskan bahwa dirinya adalah seorang wartawan yang tak bisa membiarkan kekejaman dan ketidakadilan terjadi di wilayah pendudukan Palestina, yang seolah telah normal dilakukan aparat Israel," kata Atal.

Atal menyampaikan aneka fakta kejahatan yang dilakukan tentara Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat, antara lain, mengebom kantor Al Jazeera di Jalur Gaza. Padahal, kantor itu juga menampung wartawan media AS, Associated Press (AP).

"Diamnya sejumlah negara yang mengaku jawara HAM dunia, begitu pula negara-negara Eropa, patut disayangkan dan kita nyatakan sebagai perilaku memalukan di era keterbukaan ini," ujarnya.

PWI Minta Dilakukan Investigasi

Atal menyampaikan sebagaimana digaungkan oleh berbagai lembaga internasional, seperti UNESCO, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, dan yang paling mutakhir, Dewan Keamanan PBB, PWI Pusat juga menyerukan agar otoritas internasional yang berkompeten, misalnya Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) menginvestigasi kejahatan yang melanggar kemanusiaan tersebut.

"Sulit rasanya kita menyerahkan keadilan kepada pihak yang telah setengah abad lebih terbukti tak mampu bersikap adil, seperti zionis Israel," kata Atal.

Seperti diketahui, jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, meninggal dalam tugas karena dibunuh personel militer Israel pada Rabu (11/5). Penembakan tepatnya mengenai kepala bagian mata.

Shireen menjadi orang Amerika kedua tahun ini yang dibunuh oleh Israel, negara yang notabene menjadi penerima utama bantuan militer AS dan sekutu terdekat Washington di Timur Tengah.

Tampaknya karena itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, yang awalnya dengan cepat mengutuk pembunuhan itu dan menyerukan penyelidikan, segera mengonfirmasi bahwa AS memercayai Israel untuk melakukan penyelidikan sendiri dan tidak akan menyerukan penyelidikan.

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Sabtu, 28 Mei 2022, 01:21 WIB

Bahlil Lahadalia Gaspol Capai Target Investasi