Raffi Ahmad Dilaporkan ke Polisi, Sidang Perdana 27 Januari

TK / Selebritis / Sabtu, 16 Januari 2021, 13:08 WIB

Raffi Ahmad saat disuntik vaksin Covid-9 | Dok: istimewa

JAKARTA - Raffi Ahmad dilaporkan ke polisi terkait pelanggaran protokol kesehatan. Laporan disampaikan oleh ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) ke Polda Metro Jaya.

Dari Polda Metro Jaya, laporan ini kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk segera ditindaklanjuti.

"Penyampaian dari Dirkrimsus bahwa kasus ini lagi diproses sama Polres Jaksel," ujar Ketua Infokom DPP Lisman Hasibuan kepada media yang dikutip Sabtu (16/1/2020).

Adapun laporan Raffi ini terkait dirinya yang menjadi sorotan setelah melakukan vaksinasi pada 13 Januari 2021 lalu.

Di mana setelah vaksinasi, Raffi langsung menghadiri acara dan berkumpul bersama teman-temannya tanpa menggunakan masker.

Tindakan Raffi ini dinilai melanggar protokol kesehatan sehingga layak diberikan teguran hukum. Tidak hanya Raffi, Lisman menuturkan rekan artis lainnya yang terlibat dalam acara itu juga akan dipanggil.

"Saya kawal di Jakarta Selatan. Berani enggak Polres memanggil Ahok, Raffi, dan kawan-kawannya yang terlibat," jelasnya.

Selain itu, Raffi Ahmad juga digugat oleh seorang advokat publik, David Tobing ke Pengadilan Negeri Depok.

Raffi dinilai melanggar aturan yakni Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 tahun 2021 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19, serta Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam tuntutannya, David meminta agar hakim memberikan sanksi kepada Raffi agar tidak keluar rumah selama 30 hari. Hukuman tidak keluar rumah ini wajib dilakukan Raffi setelah nanti menerima vaksinasi kedua.

Sebab, apa yang dilakukan Raffi ini dinilai bisa memberikan dampak bagi masyarakat terutama penggemarnya untuk tidak mematuhi protokol kesehatan setelah vaksinasi.

"Apa yang Raffi lakukan dapat berdampak signifikan karena dia punya banyak pengikut, punya banyak fan. Nanti dianggap habis vaksin boleh bebas tanpa protokol seenaknya. Seharusnya tindakan Raffi memberikan dampak positif bukan negatif seperti ini," kata David.

Selain itu Raffi juga diminta untuk menyampaikan permintaan maaf di tujuh stasiun televisi dan surat kabar nasional yakni SCTV, RCTI, Trans TV, TV One, Metro TV, Kompas TV, dan Indosiar.

Tujuh koran nasional meliputi Kompas, Tempo,Sindo, Media Indonesia, Merdeka,Republika, dan Jakarta Post masing-masing berukuran setengah halaman.Raffi juga harus meminta maaf lewatakun media sosial pribadi Instagram danFacebook. )(_

 

Berita Lainnya



18 Februari 2021, 12:53 WIB

Hasil Tes Urine Jennifer Jill Negatif Narkoba




Berita Terbaru

Jumat, 05 Maret 2021, 13:47 WIB

Brimob Kirim 6 Polwan Untuk Buru KKB

Jumat, 05 Maret 2021, 13:31 WIB

Polisi Tangkap Mantan Muncikari Robby Abbas