Rumah Sakit Disarankan Konversi Tempat Tidur Apabila Keterisian Meningkat

TK / Nasional / Sabtu, 06 November 2021, 12:15 WIB

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

JAKARTA - Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Pemerintah terus mengawasi tingkat keterisian rumah sakit.

Hal ini sebagai antisipasi jika terjadi peningkatan kasus COVID-19, maka pasien COVID-19 dapat mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan.

Walau saat ini kasus COVID-19 cukup terkendali, namun monitoring terus dilakukan. 

"Termasuk tingkat keterisian rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan semaksimal mungkin," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Kamis (4/11/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Untuk saat ini upaya penanganan yang dilakukan jika ketersediaan tempat tidur untuk COVID-19 sudah diatas ambang batas atau lebih dari 60%, maka perlu dilakukan konversi tempat tidur pasien.

Hal ini agar semua pasien COVID-19 yang membutuhkan pertolongan medis dapat tertampung oleh rumah sakit. 

Pemerintah terus menyesuaikan kebijakan mengikuti perkembangan kasus terkini dan kondisi di lapangan yang mencakup pergerakan orang di berbagai lokasi.

Seperti di lokasi wisata, pertokoan dan tempat peribadatan serta memperkuat vaksinasi dan protokol kesehatan.

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Senin, 17 Januari 2022, 20:27 WIB

Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan