Umrah Dibuka untuk Jemaah Indonesia, Legislator Ingatkan Penerapan Prokes

EP / Parlemen / Sabtu, 23 Oktober 2021, 19:33 WIB

Foto: istimewa

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Rudi Hartono Bangun mengapresiasi dan menyambut baik rencana Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang membuka kembali pintu umrah bagi jemaah Indonesia.

Informasi itu pun telah dipastikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melalui nota diplomatik.

Kendati ini menjadi kabar baik, Rudi mengingatkan pemerintah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat kepada calon jemaah Indonesia.

“Kita tentu bersyukur Pemerintah Arab Saudi kembali membuka kembali ibadah umrah untuk umat muslim Indonesia. Ini jadi kabar yang menggembirakan buat umat Islam Indonesia yang sudah rindu untuk beribadah ke tanah suci. Tapi yang perlu diingat, di masa pandemi Covid-19 saat ini, protokol kesehatan harus dikedepankan,” kata Rudi, Jumat (22/10/2021).

Rudi juga mengingatkan, animo masyarakat untuk kembali menjalankan umrah akan meningkat usai penutupan umrah beberapa bulan terakhir.

Sehingga animo yang tinggi itu harus diimbangi penerapan prokes yang ketat. Politisi Partai NasDem itu meminta Pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan calon jemaah yang tertunda keberangkatannya akibat pandemi.

Selain itu, ia juga meminta agar peningkatan biaya kebutuhan umrah bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Tentu akibat penundaan umrah beberapa bulan terakhir ini kan antrean calon jemaah umrah semakin banyak. Jadi pemerintah harus mengutamakan keberangkatan calon jemaah yang sudah membayar ke penyelenggara perjalanan umrah. Tapi, juga harus ada sosialisasi soal konsekuensi peningkatan biaya, karena kan mesti ada syarat karantina dari Pemerintah Saudi waktu tiba di sana, dan saat jemaah kembali ke Indonesia,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Rudi juga meminta Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama untuk segera memastikan tanggal pasti keberangkatan.

Karena hingga kini, meski Arab Saudi sudah menyatakan siap kembali menerima jemaah Indonesia, namun tanggal pasti keberangkatan belum diputuskan.

“Termasuk teknis dan ketentuan penyelenggaraan umrah di tengah pandemi yang ditetapkan Arab Saudi,” tutup Rudi.

 

Berita Lainnya






Berita Terbaru

Rabu, 01 Desember 2021, 20:23 WIB

Jateng Ekspor 60 Ton Kacang Tanah ke Malaysia

Rabu, 01 Desember 2021, 20:19 WIB

Kasus Pengancaman, Jerinx SID Ditahan Lagi